Sabtu, 15 September 2012

JENIS-JENIS ORGANISASI



A.    Jenis-Jenis Organisasi Berdasarkan Tujuannya
1.      Profit Oriented Organization
Tujuan organisasi jenis ini adalah untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Manfaat yang di dapat dari suatu perusahaan yang menganut jenis organisasi ini hanya untuk faktor internal. Artinya, hanya orang-orang yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut yang akan memperoleh manfaatnya.
Contoh: Perseroan Terbatas.

2. Non Profit Oriented Organization (Organisasi Sosial)
Tujuan organisasi jenis ini tidak untuk mencari keuntungan. Tujuan utama dari organisasi jenis ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. dalam hal ini, masyarakatlah yang memperoleh manfaatnya. Organisasi sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat. Terbentuknya organisasi sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan, kemudian timbul aturan-aturan.
Contoh: Unit Kegiatan Mahasiswa, OSIS.

B.     Berdasarkan Fungsi dan Tujuan yang Dilayani
1.      Organisasi Produksi
Organisasi ini biasanya berorientasi pada proses pembuatan suatu produk yang akan dijual untuk memperoleh keuntungan.
Contoh: organisasi produk makanan, pakaian.
2. Organisasi Politik
Organisasi politik merupakan organisasi besar yang merekrut banyak kader untuk bekerja sama meraih cita-cita politik dari organisasi politik.
Contoh: Golkar, Demokrat, PDIP.

3. Organisasi yang Bersifat Integratif
Organisasi ini dibuat oleh sekelompok masyarakat yang memiliki profesi yang sama untuk meraih cita-cita yang sama juga.
Contoh: serikat pekerja


4. Organisasi Pemelihara
Organisasi ini bertujuan untuk memelihara apa yang menurut mereka harus dipelihara karena menyangkut dengan tujuan organisasi juga. Contoh: WHO, PBB, UNICEF.
D. Organisasi Berdasarkan Tipe/Bentuknya
1. Organisasi Lini
Diciptakan oleh Henry Fayol, organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil.
Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
contoh struktur organisasi lini
2.      Organisasi Lini dan Staff
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asas komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
3.      Organisasi Fungsional
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi faktor utama.
4. Organisasi Lini dan Fungsional
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
5. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh :ASEAN, Perseroan terbatas,organisasi Sekolah yang di kelola secara resmi terstruktur, Negara ,OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain.
6. Organisasi Informal
contohnya: Keluarga, Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama antara beberapa teman, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
DIREKTUR ADMINISTRASI
 
Setelah memahami berbagai jenis organisasi, maka saya akan membehas mengenai struktur organisasi dari sebuah Perseroan terbatas yang berlokasi DI Jl.Raya Tajur No. 1 PO BOX 103 Bogor 16001, organisasi tersebut bernama PT. UNITEX.Tbk. Perusahaan ini termasuk kedalam jenis organisasi fungsional jika ditinjau berdasarkan jenisnya, sedangkan berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani maka organisasi ini merupakan organisasi produksi yang bergerak dibidang textile manufacture, dan jika ditinjau berdasarkan Tujuannya maka termasuk organisasi profit oriented.
 







Departemen Personalia
Departemen Personalia adalah bagian yang menangani beberapa keperluan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan karyawan, mulai dari perekrutan karyawan, pelatihan sampai pada pelayanan kesejahteraan karyawan. Departemen Personalia memiliki enam seksi, yaitu seksi keamanan, seksi kesehatan, seksi kendaraan, seksi kantin, seksi koperasi dan seksi emplasement.
Departemen Umum
Departemen Umum mencakup kegiatan pembelian baik lokal atau import, perijinan, keimigrasian dan keperluan lainnya. Departemen Umum tersebut sangat erat kaitannya dengan Departemen Keuangan terutama dalam kegiatan pembelian. Pembelian Lokal, yang dimaksud disini adalah pembelian untuk kebutuhan masing-masing departemen baik yang sifatnya komsutif maupun yang bersifat produktif. Beberapa barang yang dibutuhkan oleh masing-masing Departemen dapat dipesan dengan membuat Purchase Order (P/O) yang diketahui oleh Pengawas, Kepala Seksi dan Kepala Bagian. Pembagian Impor dilakukan terutama terhadap barang-barang berupa mesin-mesin produksi atau sparepart yang belum dapat diproduksi dalam negeri yang kurang baik.
Departemen Keuangan
Departemen Keuangan mencakup kegiatan pencatatan dan akuntansi, pembayaran dan pengelolaan dokumen. Pencatatan keuangan dan akuntansi yaitu mencatat seluruh lalu lintas keuangan yang terjadi dalam perusahaan, baik masuk atau keluar sampai dalam pelaporan keuangan yang berupa Laporan Laba/Rugi dan Neraca. Laporan keuangan tersebut berguna dalam menganalisis perkembangan dan kondisi perusahaan. Pembayaran meliputi pembayaran atas pembelian barang-barang dan pembayaran gaji karyawan. Sedangkan pengelolaan dokumen yaitu terutama dokumen-dokumen pembelian dan penjualan yang akan berguna dalam pemeriksaan atau pengecekan kembali baik oleh pihak intern atau ekstern.
Marketing
Pengelolaan aktifitas Merketing berada di bawah tanggung jawab seorang direktur Pemasaran (Marketing Director), yang membawahi dua bagian yaitu bagian Penjualan (sales Department) dan bagian umum (General Affair Department).
Bagian Penjualan (Sales Department)
Bagian penjualan adalah bagian yang menangani hal-hal atau kegiatan yang berhubungan dengan penjualan produk perusahaan, termasuk di dalamnya kegiatan pencarian order, promosi, dan hal lainnya yang berhubungan kegiatan pemasaran.
Bagian Umum Marketing Office
Tugas departemen ini adalah melakukan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan kegiatan pada departemen penjualan.




Daftar Pustaka
Hariyanto, ahmad.Jenis-Jenis Organisasi.http://ahmad-hariyanto.blogspot.com/2011/11/konflik-dan-motivasi.html (Diakses tanggal 6 Mei 2012)
Andriana, Peni. 2011.Contoh Organisasi Formal dan Informal.http://www.peniandriana.com/contoh-organisasi-yang-formal-dan-informal.html (Diakses tanggal 6 Mei 2012)

4 komentar: